Jumat, 01 Februari 2013

Survey Permasalahan BK


SURVEY PERMASALAHAN BK


A.      Rincian, Sebab dan Akibat Suatu Permasalahan BK
Di bawah ini akan dipaparkan contoh-contoh rincian permasalahan dalam suatu Permasalahan BK, kemudian menyajikan perkiraan sumber penyebabnya serta perkiraan akibat yang mungkin timbul jika Permasalahan BK itu tidak ditangani.
kemungkinan penyebab dan akibat suatu Permasalahan BK
Salah satu langkah yang perlu dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling untuk menangani suatu Permasalahan BK seseorang siswa ialah mengetahui kemungkinan sumber penyebab masalahnya sebagai latar belakang Permasalahan BK atau aspek diagnosis dari sesuatu Permasalahan BK. Aspek diagnosis itu adalah tinjauan ke masa yang lampau yang diduga menjadi sumber penyebab timbulnya masalah pada diri siswa. Setiap permasalahan yang terdapat pada diri siswa itu tentu ada penyebabnya. Ada dua pertimbangan paling tidak yang dapat digunakan untuk dapat diduga menjadi seumber penyebab itu, yaitu pengalaman empiris dan kajian secara teoritis. Tepatnya langkah dalam membuat keputusan diagnosis ini memungkinkan tepatnya langkah aspek prognosis dan hal itu akan memungkinkan tepatnya bentuk bantuan yang diberikan untuk mengatasi masalah.
Membuat perkiraan kemungkinan penyebab atau aspek prognosis sesuatu Permasalahan BK perlu dilakukan oleh para Guru Pembimbing. Dengan membuat diagnosa ini, Guru Pembimbing dapat meramalkan kemungkinan keberhasilan melalui sesuatu bentuk usaha bantuan yang dapat ditempuh Guru Pembimbing. Atau apa kemungkinan akibat yang lebih buruk akan terjadi apabila Permasalahan BK dibiarkan saja tanpa intervensi atau bantuan Guru Pembimbing.
Berikut ini diberikan contoh uraian beberapa gejala yang terdapat pada Permasalahan BK I, rincian masalahnya, kemungkinan penyebab masalah atau aspek diagnosis, dan kemungkinan akibat yang muncul dari masalah itu atau aspek prognosisnya.

Membolos (Permasalahan BK I).
Makna atau rincian membolos ialah :
berhari-hari tidak masuk kelas
tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas dan ijin
sering keluar pada jam tertentu
tidak masuk kembali setelah meminta ijin
masuk sekolah berganti hari
mengajak teman-teman untuk keluar pada mata pelajaran yang  tidak disenangi.
Minta ijin keluar dengan berpura-pura sakit atau alasan lainnya.
Mengiririmkan surat ijin tidak masuk dengan alasan yang dibuat-buat
Meninggalkan sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin dan tidak kembali ke sekolah.
Kemungkinan sebab ;
tidak senang dengan sikap dan pengajaran Guru
merasa kurang mendapatkan perhatian dari guru
merasa tidak nyaman oleh karena sikap guru
proses belajar dan mengajar yang membosankan
merasa gagal dalam belajar
kurang berminat terhadap mata pelajaran
terpengaruh oleh teman yang suka membolos
takut masuk sekolah karena tidak membuat tugas yang diberikan guru
tidak membayar kewajiban membayar uang sekolah
kemungkinan akibat :
minat terhadap pelajaran akan semakin kurang
gagal dalam ujian
hasil belajar yang diperoleh tidak sesuai dengan potensi yang dimiliki
tidak naik kelas
penguasaan terhadap materi pelajaran tertinggal dari teman-teman lainnya.
Dikeluarkan dari sekolah
terlambat masuk sekolah (Permasalahan BK I)
makna atau rincian terlambat masuk sekolah ialah :
sering tiba di sekolah setelah jam pelajaran di mulai
memakai waktu istirahat melebihi waktu yang ditentukan
sengaja melambat-lambatkan diri masuk kelas meskipun tahu jam pelajaran sudah dimulai.
Kemungkinan sebab :
jarak antara rumah dan sekolah jauh
kesulitan transportasi ke sekolah
terlalu banyak kegiatan dir rumah sebelum sekolah
terlambat bangun
gangguan kesehatan tidak menyukai suasana sekolah
tidak menyukai satu atau lebih mata pelajaran
tidak menyiapkan pekerjaan rumah (PR)
kurang mempunyai persiapan untuk kegiatan di kelas
terlalu asyik dengan kegiataan di luar sekolah
kemungkinan akibat
nilai rendah
tidak naik kelas
hubungan dengan guru terganggu
hubungan dengan kawan sekelas terganggu
kegiatan di luar sekolah tidak terkendali

B.       Langkah-langkah dalam upaya memahami Permasalahan BK
pemahaman terhadap suatu Permasalahan BK perlu dilakukan secara menyeluruh, mendalam, dan objektif. Menyeluruh artinya meliputi semua jenis informasi yang diperlukan, baik kemampuan akademik, keadaan social psikologis termasuk bakat, minat, sikap, keadaan fisik, lingkungan keluarga. Infomasi itu dipelajari melalui berbagai cara termasuk wawancara konseling, kunjungan rumah, observasi, catatan kumulatif. Penjelajahan jenis informasi melalui cara itu bukan saja menambah pemahaman yang lebih luas, melainkan juga pemahaman semakin mendalam, dan tentunya informasi atau data yang terkumpul itu haruslah akurat dan objektif. Untuk maksud tersebut di atas, upaya yang perlu dilakukan oleh guru pembimbing ialah ;

1.    Mengenali gejala
Pertama-tama tentu kita mengamati adanya suatu gejala, gejala itu mungkin ditemukan atau diperoleh dengan beberapa cara ;
Guru Pembimbing menemukan sendiri gejala itu pada siswa yang mempunyai masalah,
Guru mata pelajaran memberikan informasi adanya siswa yang bermasalah kepada guru pembimbing.
Wali kelas meminta bantuan guru pembimbing untuk menangani seseorang siswa yang bermasalah berdasar informasi yang diterimanya dari pihak lain, seperti siswa, para guru ataupun pihak tata usaha.
2.    Membuat deskripsi Permasalahan BK
       Setelah gejala itu dipahami oleh guru pembimbing, kemudian dibuatkan suatu deskripsi Permasalahan BKnya secara objektif, sederhana, tetapi cukup jelas.
 3.   Setelah deskripsinya dibuat, dipelajari lebih lanjut aspek ataupun bidang-bidang masalah yang mungkin dapat ditemukan dalam deskripsi itu. Kemudian ditentukan jenis masalahnya, apakah menyangkut masalah pribadi, social, belajar ataupun karier.
4.    Jenis masalah yang sudah dikelompokan itu dijabarkan dengan cara mengembangkan ide-ide atau konsep-konsep menjadi lebih rinci, agar lebih mudah memahami permasalahannya secara cermat.
5. Adanya jabaran masalah yang lebih terinci itu dapat membantu guru pembimbing untuk membuat perkiraan kemungkinan sumber penyebab masalah itu muncul.
6.    Perkiraan kemungkinan seumber penyebab itu membantu kita menjelajahi jenis informasi yang dikumpulkan, sumber informasi yang perlu dikumpulkan, dan teknik atau alat yang digunakan dalam pengumpulan informasi atau data.
7.    Membuat perkiraan kemungkinan akibat yang timbulo dan jenis bantuan yang dapat diberikan merupakan langkah penting, agar kita dapat menjajaki kemungkinan memberikan bantuan. Apakah bantuan langsung ditangani oleh guru pembimbing atau perlu konferensi Permasalahan BK ataupun alih tangan Permasalahan BK.
8.    Langkah pengumpulan data itu terutama melihat jenis infomasi atau data yang diperlukan seperti kemampuan akademik, sikap atau kepribadian, bakat, minat dsb. Dengan cara atau teknik apa jenis informasi atau data tersebut diperoleh, apakah melalui teknik tes atau teknik nontes.
#�$sa�& �� 
  • Mengintegrasikan pendidikan luar biasa dengan pendidikan pada umumnya.
  • Mengintegrasikan dan mengoptimalkan perkembangan kognisi, emosi, jasmani dan intuisi.
  • Mengintegrasikan anak didik sebagai makhluk individual dan makhluk sosial.
  • Mengintegrasikan antara subjek/materi pelajaran dengan kehidupan masa depan anak.
  • Mengintegrasikan antara falsafah dan pandangan hidup dengan seni.[9]
  • Sedangkan Abu Ahmadi menawarkan langkah-langkah untuk mengatais kesulitan belajar sebagai berikut:
    1. Pengumpulan data yang terdiri dari observasi, kunjungan rumah, case study, case history, daftar pribadi, meneliti pekerjaan anak, tugas kelompok, melaksanakan tes.
    2. Pengolahan data yang terdiri dari identifikasi kasus, membandingkan antara kasus, memandingkan dengan hasil tes dan menarik kesimpulan.
    3. Diagnosis yang meliputi keputusan tentang jenis kesulitan belajar anak, faktor-faktor penyebab kesulitan belajar anak, dan faktor penyebab utama kesulitan belajar anak dengan meminta bantuan dokter, psikiater, pekerja sosial guru kelas dan orang tua.
    4. Prognosis sebagai follow up dari diagnosis untuk menentukan treatment yang harus diberikan, bahan materi yang diperlukan, metode yang digunakan, alat bantu belajar yang diperlukan, waktu dan tempat pelaksanaan.
    5. Treatment (perlakuan) dilakukan melalui bimbingan belajar kelompok, bimbingan belajar individual, pengajaran remedial pelajaran tertentu, bimbingan pribadi atas kesulitan belajar secara psikologis, dan bimbingan orang tua.[10]
      
    BAB III
    PENUTUP

    A. Kesimpulan
    Diagnosis adalah penentuan jenis penyakit dengan meneliti (memeriksa) gejala-gejala atau proses pemeriksaan terhadap hal yang dipandang tidak beres. Sedangkan kesulitan belajar adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak dapat melakukan proses belajar sebagaimana mestinya. Jadi diagnosis kesulitan belajar adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh guru atau penyuluh terhadap murid yang diduga mengalami kesulitan belajar untuk menentukan jenis dan kekhususan kesulitan belajar yang dihadapi.
    Faktor-faktor timbulnya kesulitan belajar yaitu dari faktor intern meliputi gangguan fisik dan psikologis. Dan faktor ekstern meliputi faktor keluarga, sekolah dan lingkungan sosial.
    Anak didi yang mengalami kesulitan belajar dapat diidentifikasikan dengan ciri-ciri anak didik menunjukkan prestasi yang rendah dibawah rata-rata yang dicapai oleh kelompok kelas, lambat menyelesaikan tugas-tugas di kelas, hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan, dan menunjukkan sikap acuh tak acuh, dusta, kurang konsentrasi dan tidak semangat.
    Untuk mengatasi kesulitan belajar diperlukan beberapa langkah diantaranya:
    - Melakukan observasi kelas
    - Memeriksa penglihatan dan pandangan siswa
    - Memberikan tes diagnostik bidang kecakapan tertentu
    - Memberikan tes kemampuan intelengensi (IQ)

    B. Saran
    Kami sebagai penulis apabila dalam penulisan dan penyusunan makalah ini terdapat kekurangan dan kelebihan maka kritik dan saran dari pembaca dan pembimbing kami harapkan sehingga tanpa dukungan dan saran pembimbing sangat jauh bagi kami untuk mencapai kesempurnaan.
    Akhirnya, hanya kepada Allah penulis selalu mengharap ridha-Nya, semoga dari penulisan yang terbatas ini, bisa mendatangkan manfaat yang tiada batas. Amien...

      

    DAFTAR PUSTAKA

    - Abdurrahman, Mulyono. Pendidikan Bagi Anak Kesulitan Belajar. Jakarta : Rineka Cipta, 2003
    - Ahmadi, Abu. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta, 2003
    - Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta, 2002
    - Said, Bustami . Buku Ajar Prinsip – Prinsip Pengelolaan Pembelajaran. Pamekasan : Stain Pamekasan Press, 2006
    - Syah, Muhibbin. Psikologi Belajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2007


    [1] Bustami Said, Buku Ajar Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pembelajaran, (Pamekasan : Stain Pamekasan Press, 2006), hlm., 55
    [2] Muchlis Shalihin, Buku Ajar Psikologi Belajar PAI, (Pamekasan : Stain Pamekasan Press, 2006), hlm., 58
    [3] Abu Ahmadi, Psikologi Belajar, (Jakarta : Rineka Cipta, 2003), hlm., 77
    [4] Said, Buku Ajar Prinsip-prinsip, hlm., 55
    [5] Shalihin, Buku Ajar Psikologi, hlm., 58 - 60
    [6] Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), hlm., 183
    [7] Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta : Rineka Cipta, 2002), hlm., 213
    [8] Syah, Psikologi Belajar, hlm., 183
    [9] Mulyono Abdurrahman, Pendidikan Bagi Anak Kesulitan Belajar, (Jakarta : Rineka Cipta, 2003), hlm., 118
    [10] Ahmadi, Psikologi Belajar, hlm., 97 - 100

    0 komentar:

    Poskan Komentar